Kringggg kringggg kringggg!!!
Alarm berbunyi menunjukkan pukul 05.15 pagi. Terlihat
seorang gadis yang masih terlelap tidur di atas kasur empuknya. Dia sedikit
membuka matanya yang masih berat karena masih mengantuk. Kemudian meraih jam
beker yang berbunyi nyaring di atas meja sebelahnya dan mematikannya. Lalu dia tidur
lagi. Tetapi saat dia mulai terlelap tidur lagi, terdengar suara nyaring dari
balik kamarnya.
“Nduk Saaa, bangun Nduk. Sudah jam
06.00 lho nanti terlambat.” teriak bu Warti dari dapur sedang memotong wortel. Padahal
jam baru menunjukkan pukul 05.20. Memang sudah jadi kebiasaan bu Warti untuk
berbohong mengenai hal itu agar Salsa bangun dari tidurnya.
Salsa yang masih merem itu mendengar
suara ibunya dan langsung ngulet.
“Inggih Bu, Salsa bangun,” jawab Salsa.
Salsa bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan
menuju jendela kamarnya. Dia membuka jendelanya dan melihat ternyata di luar
hujan. Dia mengurungkan niatnya untuk membuka jendela dan menutupnya kembali.
“Pantesan dingin.” ucap Salsa lirih.
Setelah bersiap-siap untuk pergi ke sekolah,
Salsa berpamitan kepada orangtuanya. Karena hujan, Salsa terpaksa naik angkot
bukan sepeda motor. Jarak dari rumahnya, Wates sangat dekat juga dari
sekolahnya di SMAN 2 Magelang. Kira-kira 5 menit Salsa sudah sampai di
sekolahnya. Dan Salsa juga memakai sandal jepit agar sepatunya tidak basah.
Sesampainya di sekolah, Salsa melihat ruang
kelas yang masih kosong. Memang betul bel tanda masuk belum berbunyi. Namun di
bangku pojok kelas terlihat ada seseorang sedang duduk mengenakan jaket
berwarna hitam lengkap dengan tudungnya. Orang itu duduk dengan kepala
tertunduk dan melipat kedua tangannya. Sontak orang itu membuat Salsa
penasaran. Didekatinya orang itu. Langkah demi langkah Salsa mendekatinya. Dan ternyataaaa...
“Hihihihihihihihihi” dengan suaranya yang
cempreng Salsa tertawa.
Tawanya itupun membuat orang itu kaget dan
terjatuh dari tempat duduknya itu.
“Hihihihihihihihihihihi” Salsa tertawa
terpingkal melihat orang itu jatuh.
“Oalah Jo. Kamu itu ngapain kok sampai
jatuh gitu?” tanya Salsa
Orang misterius tadi biasa disapa Paijo. Paijo bangkit
dari jatuh dan menjawab.
“Loh ini sudah pagi to Sa? Sekarang jam
berapa?” tanya Paijo sambil menengok jendela di samping kanannnya.
“Lah 5 menit lagi sudah masuk Jo.” jawab
Salsa.
“Weladah. Pakeme Sa? Lah aku
kudu piye iki?” Paijo kaget mendengar ucapan Salsa itu. Dia mondar-mondar
kayak orang stres.
“Kamu itu sebenarnya kenapa to Jo?”
tanya Salsa.
“Aku itu kemarin ngerjain tugas OSIS sampai
malam jam 09.00. Karena sudah malam dan hujan ya sudah aku tidur di kelas. Niatnya
jam 05.00 pagi pulang, lah malah keblabasan sampai tadi aku
bangun” curhat Paijo.
Sampai bel berbunyi dan teman-teman mulai
berdatangan, Paijo memutuskan untuk tetap sekolah. Entah apa yang dipikirannya,
dia ingin tetap sekolah. Dengan keadaan belum mandi, belum sarapan, dan terlihat
berantakan dengan seragam OSIS yang lusuh. Pelajaran pertama yaitu pelajaran
Bahasa Indonesia yang diampu oleh Pak Sartono.
“Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. Selamat
pagi anak-anak,” sapa Pak Sartono.
“Waalaikumsalam Warrahmatullahi Wabarakatuh. Pagi
Pak,” jawab murid serempak.
“Ada yang tidak masuk?” tanya Pak Sartono.
“Nihil nggak masuk Pak,” canda Dira.
Semua murid tertawa geli dengan jawaban Dira. Namun
terlihat gadis itu tertawa ngakak. Suaranya khas. Suaranya itu yang kadang
membuat teman-teman dan gurunya senewen.
“Ah, dulu ibumu ngidam burung kutilang, ya,”
tanya gurunya.
“Wow, enak saja Bapak bilang, nggak Pak. Yang
bener burung kuntul,” timpal Salsa sambil meringkikkan tertawa khasnya.
Semua murid pun tertawa lagi. Memang tawa Salsa
itu khas seperti kuntilanak. Sampai-sampai tadi pagi tawanya membangunkan tidur
Paijo. Oh iya Paijo.
“Dasar Salsa.” Timpal Pak Sartono.
“Eh itu siapa yang tiduran? Pagi-pagi kok sudah
ngantuk.” tanya Pak Sartono sambil nunjuk bangku Paijo.
“Paijo Pak itu,” jawab Yahya, si ketua kelas.
Ahmad yang sebangku dengan Paijo
membangunkannya.
“Jo tangi.” bisik Ahmad sambil njiwit
pahanya.
“Aduh, loro leh.” rintih Paijo sambil
membuka matanya.
“Hei Paijo. Esuk-esuk kok wis
ngantuk. Nanti rejekinya dipatuk ayam lho,” ucap Pak Sartono.
“Iya Pak,” sambil tersenyum meringis.
Waktunya istirahat. Tiba-tiba Paijo menghampiri
Salsa.
“Hei Sa. Kamu diem aja ya kalo aku semalam
tidur disini. Dan aku belum mandi juga,” pinta Paijo.
“Iya Jo santai wae,” jawab Salsa.