Sabtu, 07 Januari 2017

Rahasia Paijo



Kringggg kringggg kringggg!!!
Alarm berbunyi menunjukkan pukul 05.15 pagi. Terlihat seorang gadis yang masih terlelap tidur di atas kasur empuknya. Dia sedikit membuka matanya yang masih berat karena masih mengantuk. Kemudian meraih jam beker yang berbunyi nyaring di atas meja sebelahnya dan mematikannya. Lalu dia tidur lagi. Tetapi saat dia mulai terlelap tidur lagi, terdengar suara nyaring dari balik kamarnya.
Nduk Saaa, bangun Nduk. Sudah jam 06.00 lho nanti terlambat.” teriak bu Warti dari dapur sedang memotong wortel. Padahal jam baru menunjukkan pukul 05.20. Memang sudah jadi kebiasaan bu Warti untuk berbohong mengenai hal itu agar Salsa bangun dari tidurnya.
Salsa yang masih merem itu mendengar suara ibunya dan langsung ngulet.
Inggih Bu, Salsa bangun,” jawab Salsa.
Salsa bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan menuju jendela kamarnya. Dia membuka jendelanya dan melihat ternyata di luar hujan. Dia mengurungkan niatnya untuk membuka jendela dan menutupnya kembali.
“Pantesan dingin.” ucap Salsa lirih.
Setelah bersiap-siap untuk pergi ke sekolah, Salsa berpamitan kepada orangtuanya. Karena hujan, Salsa terpaksa naik angkot bukan sepeda motor. Jarak dari rumahnya, Wates sangat dekat juga dari sekolahnya di SMAN 2 Magelang. Kira-kira 5 menit Salsa sudah sampai di sekolahnya. Dan Salsa juga memakai sandal jepit agar sepatunya tidak basah.
Sesampainya di sekolah, Salsa melihat ruang kelas yang masih kosong. Memang betul bel tanda masuk belum berbunyi. Namun di bangku pojok kelas terlihat ada seseorang sedang duduk mengenakan jaket berwarna hitam lengkap dengan tudungnya. Orang itu duduk dengan kepala tertunduk dan melipat kedua tangannya. Sontak orang itu membuat Salsa penasaran. Didekatinya orang itu. Langkah demi langkah Salsa mendekatinya. Dan ternyataaaa...
“Hihihihihihihihihi” dengan suaranya yang cempreng Salsa tertawa.
Tawanya itupun membuat orang itu kaget dan terjatuh dari tempat duduknya itu.
“Hihihihihihihihihihihi” Salsa tertawa terpingkal melihat orang itu jatuh.
Oalah Jo. Kamu itu ngapain kok sampai jatuh gitu?” tanya Salsa
Orang misterius tadi biasa disapa Paijo. Paijo bangkit dari jatuh dan menjawab.
“Loh ini sudah pagi to Sa? Sekarang jam berapa?” tanya Paijo sambil menengok jendela di samping kanannnya.
Lah 5 menit lagi sudah masuk Jo.” jawab Salsa.
Weladah. Pakeme Sa? Lah aku kudu piye iki?” Paijo kaget mendengar ucapan Salsa itu. Dia mondar-mondar kayak orang stres.
“Kamu itu sebenarnya kenapa to Jo?” tanya Salsa.
“Aku itu kemarin ngerjain tugas OSIS sampai malam jam 09.00. Karena sudah malam dan hujan ya sudah aku tidur di kelas. Niatnya jam 05.00 pagi pulang, lah malah keblabasan sampai tadi aku bangun” curhat Paijo.
Sampai bel berbunyi dan teman-teman mulai berdatangan, Paijo memutuskan untuk tetap sekolah. Entah apa yang dipikirannya, dia ingin tetap sekolah. Dengan keadaan belum mandi, belum sarapan, dan terlihat berantakan dengan seragam OSIS yang lusuh. Pelajaran pertama yaitu pelajaran Bahasa Indonesia yang diampu oleh Pak Sartono.
“Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. Selamat pagi anak-anak,” sapa Pak Sartono.
“Waalaikumsalam Warrahmatullahi Wabarakatuh. Pagi Pak,” jawab murid serempak.
“Ada yang tidak masuk?” tanya Pak Sartono.
“Nihil nggak masuk Pak,” canda Dira.
Semua murid tertawa geli dengan jawaban Dira. Namun terlihat gadis itu tertawa ngakak. Suaranya khas. Suaranya itu yang kadang membuat teman-teman dan gurunya senewen.
“Ah, dulu ibumu ngidam burung kutilang, ya,” tanya gurunya.
“Wow, enak saja Bapak bilang, nggak Pak. Yang bener burung kuntul,” timpal Salsa sambil meringkikkan tertawa khasnya.
Semua murid pun tertawa lagi. Memang tawa Salsa itu khas seperti kuntilanak. Sampai-sampai tadi pagi tawanya membangunkan tidur Paijo. Oh iya Paijo.
“Dasar Salsa.” Timpal Pak Sartono.
“Eh itu siapa yang tiduran? Pagi-pagi kok sudah ngantuk.” tanya Pak Sartono sambil nunjuk bangku Paijo.
“Paijo Pak itu,” jawab Yahya, si ketua kelas.
Ahmad yang sebangku dengan Paijo membangunkannya.
“Jo tangi.” bisik Ahmad sambil njiwit pahanya.
“Aduh, loro leh.” rintih Paijo sambil membuka matanya.
“Hei Paijo. Esuk-esuk kok wis ngantuk. Nanti rejekinya dipatuk ayam lho,” ucap Pak Sartono.
“Iya Pak,” sambil tersenyum meringis.
Waktunya istirahat. Tiba-tiba Paijo menghampiri Salsa.
“Hei Sa. Kamu diem aja ya kalo aku semalam tidur disini. Dan aku belum mandi juga,” pinta Paijo.
“Iya Jo santai wae,” jawab Salsa.